Berorganisasi Hanya Mengacaukan Kuliah?
![]() |
Kenapa Harus Berorganisasi?
Kalau kamu harus menjawab, termasuk
mahasiswa manakah kamu: mahasiswa aktif berorganisasi atau mahasiswa kupu-kupu
alias kuliah-pulang-kuliah-pulang?
Sebagai mahasiswa, tentu saja kuliah
menjadi kewajiban utama. Namun, berorganisasi juga kerap menjadi pilihan tepat
untuk mengasah minat bakat kamu terhadap suatu bidang. Apalagi, di kampus
banyak sekali organisasi kemahasiswaan yang menawarkan kamu berbagai macam
kegiatan, baik itu intra maupun ekstra kampus.
Kalau kamu bertanya mana yang lebih penting, kuliah atau organisasi jelas keduanya saling melengkapi. Memang kembali pada keputusanmu, apakah ingin menjadi mahasiswa aktif berorganisasi atau cukup fokus di kuliah saja. Biasanya, dampak keputusan ini baru akan kamu rasakan begitu memasuki dunia kerja. Sebab, tak sedikit lho perusahaan yang melontarkan pertanyaan apa aktivitas kamu selain kuliah saat sesi wawancara berlangsung. Tentu saja, keaktifan berorganisasi saat kuliah menjadi nilai plus bagi dirimu.
Mengapa Mahasiswa Harus Aktif Berorganisasi?
Nah, bagi kamu yang baru masuk tahun
pertama perkuliahan maupun yang sudah semester lanjut, ada baiknya kamu
mengetahui apasih alasan dan urgensi organisasi. Mengapa mahasiswa aktif
berorganisasi itu perlu?
Berikut ulasan lengkapnya.
Membangun jaringan
Secara tidak lansung ketika kita
masuk dalam sebuah organisasi sebenarnya kita sedang membangun jaringan. Jika
kamu aktif berorganisasi, berarti kamu tengah membangun jaringan untuk masa
depanmu sendiri. Di sini kamu bertemu dan berteman dengan siapa saja, dari
senior hingga junior, dari teman satu fakultas sampai teman beda fakultas atau
beda kampus. Selain itu, topik diskusi kamupun lebih beragam, bukan hanya soal
kuliahmu saja. Pengetahuan kamu juga lebih luas karena kamu bergaul dengan
lebih banyak orang yang punya pengalaman berbeda-beda. Dengan jaringan yang
semakin luas, lebih banyak kesempatan yang terbuka lebar bagimu di masa depan.
Selain itu, sebagai mahluk sosial kita tentu sangat membutuhkan sosialisasi dan
membutuhkan bantuan orang lain.
Meningkatkan skill & soft
skill
Apa yang kamu dapatkan di bangku
kuliah ternyata baru sebatas hard skill, kemampuan teknis
terkait disiplin ilmu yang kamu pelajari dan kamu bisa mematangkan ilmu yang
kamu dapatkan pada perkuliahan di organisasi. Soft skill bukanlah
sesuatu yang diajarkan secara gamblang dalam sistem perkuliahan, melainkan
didapatkan di organisasi. Termasuk hal ini adalah keterampilan mengelola diri
dan orang lain, seperti manajemen waktu, bekerja dengan target terukur,
memimpin sebuah tim dan bekerja sama dengan orang lain. Segala hal penting dan
mendasar tentang hubungan antar manusia akan terasah jika kamu mengikuti
organisasi.
Menyalurkan minat dan bakat
Rutinitas kuliah yang kadang
membosankan tentu harus diimbangi dengan penyaluran hobi. Nah, mengikuti
mengkuti organisasi sesuai bidang yang kamu sukai bisa menjadi sarana refreshing di
tengah padatnya kuliah. Pendidikan dan hobi bisa sejalan kok, asal
kamu tahu bagaimana mengatur waktu yang ada. Lagipula, sesekali kamupun
butuh break dari aktivitas harian. Lebih baik mengisi jeda
tersebut dengan menyalurkan hobi kamu lewat organisasi.
Menambah pengetahuan dan pengalaman
Bergabung dengan organisasi mahasiswa
berarti kamu juga siap memberikan dedikasi. Keaktifan berorganisasi pasti
memberikan pengetahuan dan pengalaman tersendiri bagi kamu, karena dalam
organisasi pasti kita akan disuguhi kajian-kajian maupun kegiatan-kegiatan yang
tentunya bermanfaat untuk diri kita sendiri, baik untuk menunjang kehidupan
akademisi maupun kehidupan non akademisimu. Jatuh bangun menjalankan
organisasi, menyelenggarakan berbagai kegiatan, menimba serta sharing ilmu
pengetahuan dengan para junior letting maupun senior, sampai bagaimana kamu
mengatur waktu antara kuliah dan organisasi tentu akan kamu nikmati hasilanya.
Itulah mengapa, saat membuat CV kamu juga perlu mencantumkan pengalaman
berorganisasi. Ini menjadi bukti bahwa selain IPK yang baik, kamu juga
punya soft skill yang mumpuni dari organisasi.
Mengasah kepekaan sosial
Menjadi mahasiswa aktif berorganisasi,
dapat membuatmu lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Kamu tidak harus ikutdemonstrasi untuk menunjukkan kepedulian sosial pada isu-isu terkini, karena
sebagai mahasiswa yang betul-betul paham apa itu mahasiswa, pasti tahu
demonstrasi itu adalah jalan terakhir ketika ada polemik yang terjadi. Nah,
dengan organisasi akan mewadahi kepedulian kamu lewat kegiatan kecil yang
diawali dari lingkungan sekitar. Misalnya, UKM yang kamu ikuti menyelenggarakan
kegiatan bakti sosial ke panti asuhan, mendampingi anak-anak jalanan di rumah
singgah, dan lain-lain. Plus, kamu juga bisa menerapkan pengetahuan yang kamu
dapat dari perkuliahan langsung dalam kehidupan nyata.
Itulah beberapa alasan dan
urgensi mengapa mahasiswa aktif berorganisasi itu perlu. Nah yang bisa ditarik
kesimpulan bahwa, antara kuliah dengan organisasi, tetap dahulukan kuliah. Karena
tidak bisa dinafikkan bahwa tujuan utama kamu adalah kuliah untuk mendapakan
gelarkan? Tapi bukan berarti organisasi itu tidak penting, tetapi kamu harus
menyeimbangkan kuliahmu dengan organisasi, dan jadikan organisasi itu sebagai
tempat untuk membantu urusan akademikmu. Dan ketika ada yang mengatakan
organisasi hanya akan mengacaukan kuliahmu, itu adalah asumsi yang salah ketika
kamu serius dalam berorganisasi, karena dengan organisasi kau diajarkan
bagaimana memanege waktu.
Pada akhirnya, keputusan memang
tetap di tangan kamu. Namun, kamu punya pilihan untuk mengisi masa muda yang
datang hanya sekali ini dengan hal-hal positif. Yakinlah selama kamu bersungguh
sungguh untuk berproses, pasti akan kau nikmati hasilnya di kemudian hari.
Karena proses tidak akan pernah mengkhianati hasil, sebab keduanya selalu
berbanding lurus selama kamu serius dan terus berusaha, Setuju?
Tidak ada kegagalan di dunia ini ketika kamu tetap bangkit ketika terjatuh, tidak ada yang susah kawan, hanya saja kita belum terbiasa. (Dadang Harianto)

Belum ada Komentar untuk "Berorganisasi Hanya Mengacaukan Kuliah?"
Posting Komentar