Untukmu yg Sering Merasa Sendiri.


Ditulis Oleh Dadang Hrianto.
Teruntukmu yang Sedang Berjuang Berdamai Dengan Kesendirian.
Adakah kau saat ini benar-benar merasa sangat sendiri? Ya, situasi mengambang yang sangat kau benci. Segala hal terasa hambar dan sepi. Dan satu lagi, kamu merasa bahwa teman-teman telah mengendap pergi, hanya beberapa yang tinggal di sekeliling diri. Tapi, sungguh kamu merasa  tiada lagi yang dapat dijadikan tumpuan untuk diajak diskusi; atau sekedar berbincang ringan tentang mimpi-mimpi yang kian tak pasti (Absurd).
Beberapa waktu yang lalu saya merasa aneh dengan Diri Sendiri karena merasakan kesepian ketika sendirian. Ini tidak seperti biasanya karena sebelumnya saya percaya bahwa saya adalah seorang yang memang senang dengan kesendirian. Jadi kesendirian bukanlah hal yang biasanya saya permasalahkan dan seorang yang sudah saya anggap seperti saudara kandungku bertanya “Tumben mikirin omongan orang lain? Kena angin malam dimana?” Hal tersebut lalu menyadarkan saya, sejak kapan saya membutuhkan teman?
The need to be with other people. When did I start to have this kind of feeling, really?
Tidak memerlukan waktu lama sampai saya menyadari bahwa saya bukanlah seseorang yang dominan introvert. Ada kalanya saya sangat menikmati waktu dengan diri saya sendiri, tapi ada juga saat saya merasa harus bertemu dengan keramaian agar merasa kembali ‘hidup’. It reveal a new fact of myself that I’m actually is an ambivert. Well, just so you know, ambivert adalah tipe kepribadian yang memiliki keseimbangan psikologi antara introvert dan extrovert.
Tenanglah karena dirimu sedang mengarungi sebuah kewarasan saat ini. Gejala-gejala personal yang dialami oleh manusia di saat-saat tertentu. Segala perasaan sepi akan muncul mengisi hari, seakan-akan kamu sedang berjuang seorang diri.
Ya, kesendirian memang terkadang menyebalkan. Teman-teman yang perlahan menemukan jalan dan orang yang kau sayangi pun demikian. Tapi ingat, ini adalah sepenggal bagian dari proses pendewasaan diri yang juga akan menentukan apa yang menjadikan dirimu sebagai dirimu.
Merasa gundah? Itu adalah hal yang wajar, tapi jangan sampai kau terlalu memikirkan (Over Thingking). Ini memang berat, tapi ada banyak hikmah jika kamu mampu bersikap dengan tepat. Kesendirianmu bukanlah akhir dari segalanya. Dunia masih berputar dan mataharipun terbit membawa harapan. Nikmatilah saat-saat yang seperti ini.
Kesendirian adalah keintiman dalam sepi. Inilah momentum yang tepat bagi dirimu untuk lebih produktif dan kreatif dalam berkarya untuk memenuhi hidupmu. Apapun itu, Jangan dulu jatuh. Ingatlah segala rencana, mimpi, dan cita-cita yang sempat kamu tulis beberapa waktu yang lalu. Pandang momen ini sebagai kesempatan yang baik bagi dirimu untuk melakukan eksplorasi personal secara mendalam.
Hanya ada kamu dalam dirimu. Akan menjadi baik ketika kamu sanggup menaklukan waktu. Gunakanlah kesendirianmu untuk melihat diri lebih lugu. Niscaya, kamu akan mengerti dirimu lebih dari yang dulu.
Jangan berpikir kamu tidak akan berkembang. Sebaliknya, prosesmu saat ini sungguh spesial. Sebab, kamu diberi waktu untuk melihat ke dalam secara personal. Runtuhkanlah ketidakpercayaanmu pada kesendirian. Saya yakin bahwa kamu mampu untuk membalik keadaan yang kamu anggap terpuruk menjadi sebuah kisah yang berharga.
Ya memang ini berat. Kamu seolah-olah dikucilkan oleh waktu yang kian melambat dan melumat dirimu. Taklukanlah! Buatlah ini sebagai satu titik balik untuk melakukan refleksi dan evaluasi atas hidup yang telah, sedang, dan akan kamu jalani. Percayalah, ketika berhasil menjinakkan ruh negatif dalam diri, kamu akan menjadi pribadi yang menanggapi berbagai problem dengan lebih bijak.

Sejujurnya, ini adalah berkah bagimu untuk melakukan apa yang ingin kamu lakukan. Bukan hanya soal kebebasan, namun keleluasaan tanpa paksaan.
Apakah kau sadari bahwa ini adalah lintasan mulus bagimu untuk melakukan segala apa yang ingin kamu lakukan? Ingat kamu masih muda dan tidak terikat apapun kecuali tanggungjawab atas konsekuensi dari jalan pilihanmu untuk menjadi manusia yang berkepribadian dan menjadi kebanggaan bagi siapapun yang mengenal dirimu.
Ini bukanlah soal jargon-jargon semu tentang kebebasan. Bukan, bukan begitu. Ini adalah soal melepaskan segala beban dan mendalami apapun yang ingin kamu lakukan tanpa paksaan. Bukan berarti kamu lepas dari tanggungjawab untuk menjadi baik lalu seenaknya sendiri. Sebaliknya, ini adalah tantangan terbuka untukmu bersikap dewasa dengan tetap pada prinsip yang sudah kau anggap baik dan benar untuk bebas tanpa melepas tanggugjawab tiada batas.
Dari situ kamu mampu mengendalikan dirimu. Lihatlah sekeliling, tidak banyak orang yang berkuasa atas waktu. Untuk itu, manfaatkan sebaik-baiknya dengan terus berjuang tanpa ragu. Bersyukurlah atas kesendirianmu sebab tidak semua orang berdaulat atas waktu di dunia. Kamu adalah salah satu kehidupan yang menerima anugerah paling mewah, yakni waktu. Sebab, kesendirian membuatmu merasa bahwa waktu begitu melimpah. Bukan begitu?
Sadarilah, kesendirian tak akan membuatmu tersesat pada hal-hal kecil. Sorot matamu sangat terbiasa memperhatikan detail. Sesungguhnya, kamu adalah calon penyusun rencana yang teliti. Masa depan cemerlang bukanlah impian yang mustahil. Selain waktu yang melimpah, kepekaanmu terhadap sekeliling akan meningkat drastis. Tiada lagi perkataan bahwa detail-detial kehidupan hanya membuat rumit. Sebaliknya, kamu akan tergila-gila pada detail-detail kecil yang menarik di matamu. Anugerah ini memiliki konsekuensi yang sangat unik. Kamu akan sangat teliti dalam soal perencanaan.
Kesendirian membawamu pada visi yang jauh ke depan. Dan itu kamu sadari berasal dari langkah-langkah terdekat dan detail kecil yang tepat. Jika sudah demikian, bukankah kamu telah mengetahui akan cerahnya masa depan? Sebab, kamu akan terbiasa memperhitungkan yang tak diperhatikan oleh orang lain. Untuk itu, tak perlulah merasa nelangsa dalam proses ini.
Satu yang paling penting : melalui proses ini kamu telah belajar bagaimana menghargai diri sendiri seutuh mungkin. Kehidupanmu akan penuh dan tak pernah lagi ragu untuk menghargai orang lain dengan selalu melihat sisi baik dari setiap individu. Selanjutnya, kamu akan banyak dihargai oleh orang lain karena sifatmu yang peka, menghargai, dan menghormati. Tiada lagi alasan bagi dirimu untuk terus meratapi kesendirian. Perjuangkanlah apa yang ada di pikiran meski berat terasa dan sungguh menguras tenaga dan pikiran.
Ya, kesendirian bukanlah halangan untuk Hidup. Ini semua tergantung dari cara pandangmu dalam menyikapi setiap persoalan. Memang berat melewati masa transisi yang semuanya terasa begitu abu-abu. Kamu selalu berada pada situasi “di antara.” Inilah akar persoalan yang membuatmu diliputi keraguan. Cobalah kelola dengan segala daya upaya. Berhentilah menggerutu. Lebih baik menyalakan sebatang lilin daripada terus mengumpat pada kegelapan.
So, that’s it! Happy dealing with loneliness, dear reader. (Dadang Harianto).




Belum ada Komentar untuk "Untukmu yg Sering Merasa Sendiri."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel