Untukmu yg Sering Merasa Sendiri.
Senin, 17 Februari 2020
Tambah Komentar
Ditulis Oleh Dadang Hrianto.
Teruntukmu yang Sedang Berjuang Berdamai Dengan Kesendirian.
Adakah kau saat ini benar-benar merasa
sangat sendiri? Ya, situasi mengambang yang sangat kau benci. Segala hal terasa
hambar dan sepi. Dan satu lagi, kamu merasa bahwa teman-teman telah mengendap
pergi, hanya beberapa yang tinggal di sekeliling diri. Tapi, sungguh kamu
merasa tiada lagi yang dapat dijadikan tumpuan untuk diajak diskusi; atau
sekedar berbincang ringan tentang mimpi-mimpi yang kian tak pasti (Absurd).
Beberapa waktu yang lalu saya merasa aneh dengan Diri Sendiri karena merasakan kesepian ketika sendirian. Ini tidak seperti
biasanya karena sebelumnya saya percaya bahwa saya adalah seorang yang memang senang
dengan kesendirian. Jadi kesendirian bukanlah hal yang biasanya saya
permasalahkan dan seorang yang sudah saya anggap seperti saudara kandungku
bertanya “Tumben mikirin omongan orang lain? Kena angin malam dimana?” Hal
tersebut lalu menyadarkan saya, sejak kapan saya membutuhkan teman?
The need to be with other people. When did I start to
have this kind of feeling, really?
Tidak memerlukan waktu lama sampai saya menyadari bahwa
saya bukanlah seseorang yang dominan introvert. Ada kalanya saya sangat
menikmati waktu dengan diri saya sendiri, tapi ada juga saat saya merasa harus
bertemu dengan keramaian agar merasa kembali ‘hidup’. It reveal a new
fact of myself that I’m actually is an ambivert. Well, just so you know,
ambivert adalah tipe kepribadian yang memiliki keseimbangan psikologi antara
introvert dan extrovert.
Tenanglah karena dirimu sedang mengarungi sebuah
kewarasan saat ini. Gejala-gejala personal yang dialami oleh manusia di
saat-saat tertentu. Segala perasaan sepi akan muncul mengisi hari, seakan-akan
kamu sedang berjuang seorang diri.
Ya,
kesendirian memang terkadang menyebalkan. Teman-teman yang perlahan menemukan
jalan dan orang yang kau sayangi pun demikian. Tapi ingat, ini adalah sepenggal
bagian dari proses pendewasaan diri yang juga akan menentukan apa yang
menjadikan dirimu sebagai dirimu.
Merasa gundah? Itu adalah hal yang wajar,
tapi jangan sampai kau terlalu memikirkan (Over
Thingking). Ini memang berat, tapi ada banyak hikmah jika kamu mampu
bersikap dengan tepat. Kesendirianmu bukanlah akhir dari segalanya. Dunia masih
berputar dan mataharipun terbit membawa harapan. Nikmatilah saat-saat yang
seperti ini.
Kesendirian adalah keintiman dalam sepi. Inilah momentum
yang tepat bagi dirimu untuk lebih produktif dan kreatif dalam berkarya untuk
memenuhi hidupmu. Apapun itu, Jangan dulu jatuh. Ingatlah segala rencana,
mimpi, dan cita-cita yang sempat kamu tulis beberapa waktu yang lalu. Pandang
momen ini sebagai kesempatan yang baik bagi dirimu untuk melakukan eksplorasi
personal secara mendalam.
Hanya ada kamu dalam dirimu. Akan menjadi baik ketika
kamu sanggup menaklukan waktu. Gunakanlah kesendirianmu untuk melihat diri lebih
lugu. Niscaya, kamu akan mengerti dirimu lebih dari yang dulu.
Jangan berpikir kamu tidak akan
berkembang. Sebaliknya, prosesmu saat ini sungguh spesial. Sebab, kamu diberi
waktu untuk melihat ke dalam secara personal. Runtuhkanlah ketidakpercayaanmu pada
kesendirian. Saya yakin bahwa kamu mampu untuk membalik keadaan yang kamu
anggap terpuruk menjadi sebuah kisah yang berharga.
Ya memang ini berat. Kamu seolah-olah dikucilkan oleh
waktu yang kian melambat dan melumat dirimu. Taklukanlah! Buatlah ini sebagai
satu titik balik untuk melakukan refleksi dan evaluasi atas hidup yang telah,
sedang, dan akan kamu jalani. Percayalah, ketika berhasil menjinakkan ruh
negatif dalam diri, kamu akan menjadi pribadi yang menanggapi berbagai problem
dengan lebih bijak.
Sejujurnya, ini adalah berkah bagimu untuk melakukan
apa yang ingin kamu lakukan. Bukan hanya soal kebebasan, namun keleluasaan
tanpa paksaan.
Apakah kau sadari bahwa ini adalah lintasan mulus bagimu
untuk melakukan segala apa yang ingin kamu lakukan? Ingat kamu masih muda dan
tidak terikat apapun kecuali tanggungjawab atas konsekuensi dari jalan
pilihanmu untuk menjadi manusia yang berkepribadian dan menjadi kebanggaan bagi
siapapun yang mengenal dirimu.
Ini bukanlah soal jargon-jargon semu tentang
kebebasan. Bukan, bukan begitu. Ini adalah soal melepaskan segala beban dan
mendalami apapun yang ingin kamu lakukan tanpa paksaan. Bukan berarti kamu
lepas dari tanggungjawab untuk menjadi baik lalu seenaknya sendiri. Sebaliknya,
ini adalah tantangan terbuka untukmu bersikap dewasa dengan tetap pada prinsip yang
sudah kau anggap baik dan benar untuk bebas tanpa melepas tanggugjawab tiada
batas.
Dari situ kamu mampu mengendalikan dirimu. Lihatlah
sekeliling, tidak banyak orang yang berkuasa atas waktu. Untuk itu, manfaatkan
sebaik-baiknya dengan terus berjuang tanpa ragu. Bersyukurlah atas kesendirianmu
sebab tidak semua orang berdaulat atas waktu di dunia. Kamu adalah salah satu
kehidupan yang menerima anugerah paling mewah, yakni waktu. Sebab, kesendirian
membuatmu merasa bahwa waktu begitu melimpah. Bukan begitu?
Sadarilah, kesendirian tak akan membuatmu tersesat pada
hal-hal kecil. Sorot matamu sangat terbiasa memperhatikan detail. Sesungguhnya,
kamu adalah calon penyusun rencana yang teliti. Masa depan cemerlang bukanlah
impian yang mustahil. Selain waktu yang melimpah, kepekaanmu terhadap
sekeliling akan meningkat drastis. Tiada lagi perkataan bahwa detail-detial
kehidupan hanya membuat rumit. Sebaliknya, kamu akan tergila-gila pada
detail-detail kecil yang menarik di matamu. Anugerah ini memiliki konsekuensi
yang sangat unik. Kamu akan sangat teliti dalam soal perencanaan.
Kesendirian membawamu pada visi yang jauh ke
depan. Dan itu kamu sadari berasal dari langkah-langkah terdekat dan detail
kecil yang tepat. Jika sudah demikian, bukankah kamu telah mengetahui akan
cerahnya masa depan? Sebab, kamu akan terbiasa memperhitungkan yang tak
diperhatikan oleh orang lain. Untuk itu, tak perlulah merasa nelangsa dalam
proses ini.
Satu yang paling penting : melalui proses ini kamu telah
belajar bagaimana menghargai diri sendiri seutuh mungkin. Kehidupanmu akan
penuh dan tak pernah lagi ragu untuk menghargai orang lain dengan selalu
melihat sisi baik dari setiap individu. Selanjutnya, kamu akan banyak dihargai
oleh orang lain karena sifatmu yang peka, menghargai, dan menghormati. Tiada
lagi alasan bagi dirimu untuk terus meratapi kesendirian. Perjuangkanlah apa
yang ada di pikiran meski berat terasa dan sungguh menguras tenaga dan pikiran.
Ya, kesendirian bukanlah halangan untuk Hidup.
Ini semua tergantung dari cara pandangmu dalam menyikapi setiap persoalan.
Memang berat melewati masa transisi yang semuanya terasa begitu abu-abu. Kamu
selalu berada pada situasi “di antara.” Inilah akar persoalan yang membuatmu
diliputi keraguan. Cobalah kelola dengan segala daya upaya. Berhentilah
menggerutu. Lebih baik menyalakan sebatang lilin daripada terus mengumpat pada
kegelapan.
So, that’s it! Happy dealing with loneliness, dear reader. (Dadang Harianto).

Belum ada Komentar untuk "Untukmu yg Sering Merasa Sendiri."
Posting Komentar