Antara ABC (Aku, Budak & Cinta).

Ditulis Oleh Dadang Harianto.
Polemik Budak & Cinta.
Ketika kita melihat polemik yg terjadi dikalangan remaja dewasa ini,yang menjadi masalah utama yang hampir 70% remaja mengalamainya yakni masalah terkait rasa. Rasa apa? Tentu yang pertama  terlintas di pikiran kita ketika mendengar rasa yang dimiliki remaja yaaa, pasti mengarah ke rasa suka antar lawan jenisnya bahkan tidak sedikit ada yang suka terhadap sesama lawan jenisnya, yang mereka sebut dengan Cinta.
Tidak sedikit dari mereka yang diperbudak  oleh orang yang mengatakan Ia Cinta. Mereka seakan menjadikan cinta sebaga alat untuk mencapai tujuan mereka. Selain itu banyak juga dari mereka yang rela melakukan apa saja demi orang yang ia Cintai, seperti seorang perempuan yang rela mengorbankan kesuciannya agar tidak kehilangan lelaki yang katanya mencintainya, yang pada akhirnya remaja menyebutnya dengan Budak Cinta(Bucin).
Lantas apakah yang menjadi esensi dan apakah sebenarnya yang dimasud dengan Cinta dan apakah benar Cinta punya Budak….??? Nah dalam artikel ini penulis berusaha berkontemplasi dan mengomparasikan argumen mengenai Cinta dari beberapa tokoh-tokoh ternama.
Beranjak dari pendapat Plato, menurutnya hakikat Cinta yaitu, manakala engkau belum puas dan menemukannya, maka kau akan terus mencari dan mencari, melihat sesuatu dan membandingkannya dengan yang lain, sehingga kehampaan yang kau dapatkan. Sehingga ia mengatakan bahwa cinta adalah sakit jiwa yang membahayakan.
Bagi Khalil Gibran Cinta adalah satu-satunya kebebesan di dunia karena cinta itu membangkitkan semangat hukum-hukum kemanusiaan dan gejala-gejala alami pun tak bisa mengubah perjalannya. Cinta ibarat seekor burung yang cantik, meminta untuk ditangkap tapi menolak untuk disakiti. Bagi Gibran, Cinta tidak punya makna selain mewujudkan maknanya sendiri. Cinta tidak memberikan apa-apa pada manusia, kecuali keseluruhan dirinya, dan cintapun tidak mengambil apa-apa dari manusia, kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tidak memiliki atau dimiliki, karena telah cukup untuk cinta. Namun jika manusia mencintai dengan hasrat dan keinginan, maka manusia harus meluluhkan diri, mengalir di dalamnya, dan terlibat. Hanya saja dalam kehidupan manusia cinta yang sempurna tidak dapat ditemukan. Kehidupan adalah tabir kegelapan, berkerudung dan bercadar. Melalui dan dalam cinta manusia senantiasa digiatkan untuk melakukan pencarian makna kehidupan dengan mengamalkan cinta kasih, tetapi kesempurnaan cinta hanya ada dan dimiliki oleh Allah.
Sedangkan menurut Seorang penyair sekaligus dramawan bernama William Shakespeare, Baginya Cinta itu berat dan ringan, terang dan gelap, panas dan dingin, sakit dan sehat, terlelap dan terjaga. Karena Cinta adalah segalanya kecuali apa arti dia sesungguhnya. Tak ada yang bisa menjamin orang akan selalu bahagia saat mencintai atau dicintai. Tapi bukan berarti cinta akan selalu membuat kita tersiksa dan terjebak. Cinta sendiri bisa begitu rumit dan tak masuk akal. Namun, itulah yang memberi warna dalam hidup kita.
Nah dari  komparasi argumen diatas, penulis berargumen bahwa Cinta tidak lain adalah sebuh rasa yang didasari oleh sebuah ketulusan hati yang tidak mempunyai alasan untuk mencintai, Cinta bukan tentang Kalkulasi, bukan tentang Pengorbanan maupun balas budi. Cinta itu itu bukan Karena tapi Walaupun, jadi ketika kau merasa berkorban ketika  Mencintai itu bukan Cinta lagi, karena Cinta tidak butuh Pengorbanan melainkan Ketulusan. Dan Ketulusan itu mencul dengan sendirinya dan tanpa alasan.
Jadi tidak mungkinlah Cinta punya Budak. Dan ketika ada orang yang mengatakan Bucin (Budak Cinta), Logikanya dimana. Karena sangatlah tidak Logis sebuah Ketulusan Memiliki Budak. Seakan akan mereka telah menodai kata Cinta dengan apa yang mereka perbuat mengatas Namakan Cinta. Cinta itu bukan sebatas kata tapi ada makna yang harus dipahami.
Bagiku, Mencintai berbicara tentang bagaimana aku bisa mengurangi senyumku untuk menambah senyum orang lain tanpa kalkulasi.

4 Komentar untuk "Antara ABC (Aku, Budak & Cinta)."

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel