Menyikapi Rasa Kecewa, Kesal atau Amarah.
Rabu, 28 April 2021
1 Komentar
Ditulis Oleh Dadang Harianto.
Penyesalan Hanyalah Sebuah Alasan, dan Menyalahkan Seseorang adalah Kesalahan Besar.
Rasa kecewa, kesal, atau amarah pasti sering sekali ada
pada keseharian kita, karena manusia mempunyai akal, pikiran dan hawa nafsu
yang terkadang sulit untuk di kendalikan. Sayangnya, kita kurang memiliki kemampuan
untuk menangkal perasaan-perasaan negatif yang timbul. Kamu boleh merasa kecewa
karena rancangan hidup yang telah disusun begitu rapi tidak berjalan sesuai
rencana. Mungkin apa yang telah dirancang selama ini bubar karena cobaan
yang datang. Sesuatu yang kamu impikan dan usahakan gagal karena sebuah
keadaan.
Menghadapi kondisi seperti ini, tentu tidak dapat dianggap
sepele,karena bilamana tidak segera di atasi, akan semakin membelenggu jiwa dan
menguras habis seluruh potensi diri kita. Sebagai manusia normal ini merupakan
hal yang wajar bila kamu merasa marah karenanya. Tidak akan ada yang menyalahkanmu
karena itu semua. Nah Untuk merasa lebih positif diperlukan latihan atau
kebiasaan didalam keseharian kita, seperti kata pepatah Ala bisa Karena Biasa.
Beberapa Hal dibawah bisa kalian coba agar kamu bisa terus merasa bahagia walaupun
rasa kecewa mu melanda.
1. Manusia Hidup Pasti Punya Kesalahan
Kesalahan adalah hal yang tidakk bisa dihindari dalam
setiap segi kehidupan. Tidak hanya anak kecil dan remaja yang melakukannya,
bahkan banyak orangtua yang secara sengaja maupun nggak sengaja melakukan
kesalahan. Maka kamu pun harus berhenti menyalahi diri sendiri terkhusus orang lain.
2. Tekuni Hal yang Kamu Sukai
Kalau kamu merasa banyak sekali orang-orang di sekitar mu
yang mengecewakan mu, coba untuk tidak mendengarkan apa yang mereka
bicarakan. Lakukan hal yang kamu sukai, misalnya kamu senang dengan buku, menulis, diskusi, kajian atau apapun itu. Dengan begitu kamu pasti akan merasa
lebih tenang ketika melakukan itu.
3. Perasaan Mu Tetap Semrawut? Kamu bisa coba untuk
bercerita kepada orang terdekatmu
Tidak ada salah nya kamu bercerita tentang masalah yang
kamu hadapi kepada orang lain. Kalo kamu tidak terlalu percaya dengan orang
lain, kamu bisa bercerita kepada orang terdekat kamu contoh nya sahabat kamu,
orangtua atau kamu bisa cari psikiater yang bisa membantu mu. Setidaknya dengan meluakan kegelisahanmu kepada orang yang kau percayai bisa membuatmu sedikit legah.
4. Semua ada hikmah nya, Ambil Sisi Positif dari Sebuah
Kekecewaan.
Kekecewaan mungkin akan membuatmu terpuruk dan merasa
dunia gelap, suram, dan kejam. Tapi, coba deh gali sisi positif dari kekecewaan
itu. Saat kamu gagal nggak bisa mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan, yakin
deh bahwa itu bukan karena kamu faktor lucky tapi memang belum
saatnya kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau, bukankah Tuhan-mu akan
memberikan apa yang kamu butuhkan bukan apa yang kamu inginkan? dan bukankah
keberhasilan itu ada di puncak gunung kegagalan? Jadi kalo kamu gagal seharus
nya woles saja guys.
5. Kekecewaan Akan Berakhir Pada Masanya
Yaps setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Selama kamu tidak lari dari masalahmu, karena cara untuk menyelesaikan masalah itu dengan masuk kedalanya. Kalaupun kamu tidak pernah merasa kecewa kamu pun biasanya akan jadi lupa untuk bersyukur.
Nah justru, rasa kekecewaan inilah yang biasanya memupuk kamu untuk menjadiyang lebih baik lagi ketika kamu mampu beradaptasi secara positiv terhadapnya.
6. Tuhan Tidak Akan Memberi Cobaan Diambang Batas
Kemampuanmu
Ketika kamu di berikan masalah yang bertubi-tubi,
Tuhan-Mu juga akan memberikan kemampuan untuk menyelesaikannya. Ia memang tidak
akan memberikan solusi di depan mata. Namun akan selalu ada jalan yang
disediakannya agar kamu dapat menemukan penyelesaian tersebut pada akhirnya.
Kamu hanya perlu berusaha dan meminta padanya dengan penuh rendah hati.
Percayalah, tidak ada satu pun manusia yang dipersiapkan oleh Tuhan untuk
gagal.
Sangatlah diPerlu introspeksi diri disetiap situasi yang
kita hadapi, karena belum tentu akibat dari kesalahan orang lain. Mungkin saja
diri kitalah penyebabnya. yakni karena terlalu berharap (over expectation).
Kitalah yang membayangkan dan menyakinkan diri, bahwa orang harus begini dan
begitu .Kita lupa, bahwa dalam menolong orang lain ataupun memberikan sesuatu,
jangan pernah mengharapkan balasan apapun. jangan pernah berpikir,:"kalau
saya membantunya, maka suatu waktu bilamana saya memerlukan bantuan, pasti ia
akan membantu saya" Itu bukanlah cara berpikir yang pas.
Karena itu nikmatilah hidup kita, Kalau hidup bisa
dipermudah, mengapa harus dipersulit? Kalau bisa hidup dengan penuh
kegembiraan,mengapa membiarkan rasa kekecewaan menggeroti hidup kita? Enjoy you
life. Hidup cuma sekali, Kalau kita hidup dalam kekecewaan, kapan lagi mau
merasakan hidup damai dan penuh keceriaan?
Tidak Ada yang Susah di Dunia ini Kawan, Kita Hanya Belum Terbiasa, Melangkahkan.!! (DadangHarianto)


Thank you, for your inspiration
BalasHapus