Aktivis Juga Manusia


Apakah seorang aktivis bungkam ketika berhadapan dengan perihal Rasa?

Apa daya rasa tak bisa tertahan, Rasa dan pikiranpun malayang lewat tulisan. Dengan mulut terkunci hatipun akhirnya bercerita. Berbicara cinta antara lelaki dan perempuan. Ketika kalian mencintai namun dalam posisi jauh itu lebih mudah dalam menjaganya, tetapi coba bayangkan jika orang yang kita cintai ada di dekat kita, di hadapan kita dan kita harus seperti orang biasa saja tidak ada suatu hal yang terjadi pada kita dan orang yg di hadapan kita walaupun dia adalah yang kamu cintai. Hal itu lebih sulit dan lebih berat karena bagaimana kita menutupi diri menjaga diri agar ketika ada orang lain akrab dengan dirinya ataupun diri kita, dia tak marah dan kita juga tak marah pada dia. Berbicara tentang hal tersebut hanya terjadi pada seorang aktivis yang romantis, menyimpan hati untuk kemajuan organisasi.

Untuk bintang yang malam ini terlihat penuh pesona, apakah kau yang ada disana pun melihatnya? Malam adalah kenyataan diamana kita sadar akan betapa butuhnya kita akan cahaya. Sadarkah kisah cinta kita, kamu kalian lebih indah daripada apa yang kalian lihat di tayangan telivisi, lebih indah dan lebih mengharukan daripada film Ada Apa Dengan Cinta, lebih mengharukan ketika Thor berjanji kepada Jane saat ia pergi keasgarad. Sadarkah itu?

Wahai perempuan dan laki-laki penghuni cinta. Pandai pandailah menyimpan hati dan meyimpan perasaan, walaupun itu berat rasanya dan terkadang kita yang tersakiti. Iya kita laki-laki terkadang lebih tersakiti bagaimana tidak. Ketika rasa telah melonjak, hati tak lagi mampu bergumam apadaya mulut telah terkunci, hanya jemari yang mampu mengabari, namun pengabaian tulisan kabar itu sering tak terbalaskan hal itu yang sedikit menambah kesukaan padamu (perempuan).

Mungkin kita sering berfikir terbalik dari salah menjadi benar dari pengabaian yang dianggap itu tak serius dan serius itu hanya bercandaan. Namun kau pun menyadari kalian (perempuan) mahluk yang dapat menahan dan bertahan dalam suatu kondisi, yang membuat kita tak mampu masuk dalam isi hatimu, kecuali kau memberi celah walaupun sedikit, dan siapa yang duluan masuk itulah yang kau menangkan, bukan siapa yang lama menantimu dan memperhatikanmu.

Aktivis juga manusia, ia bisa saja jatuh cinta dan tenggelam dalam asmaranya. Meski begitu, untuk urusan ini terkadang kalangan aktivis diliputi delima. Padahal sebagai kodrat manusia jatuh cinta adalah keniscayaan. 

Kisah cinta di kalangan aktivis memang setingkat lebih rumit, lihat saja dalam sebuah catatan yang ditulis oleh soe hok gie. Gie adalah sosok aktivis yang hari-harinya penuh diliputi pertarungan pemikiran idealismenya dan kenyataan yang harus ia hadapi. Tidak mudah bagi seorang gie untuk jatuh cinta, tetapi bukan berarti Gie tidak merasakan jatuh cinta. Suatu ketika dalam catatan hariannya Gie menuliskan bagaimana melankonisnya ia sebagai seorang manusia yang sedang dilanda jatuh cinta. 

"apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu, kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam cinta?" 

tetapi begitulah dalam setiap langkah ia ingin mendapatkan cintanya, justru selalu mendapatkan penolakan.

Tan malaka juga pernah menulis dalam satu catatannya seperti ini

"Lelaki kaum pergerakan Ibarat burung, jika kakinya diikat sebentar, dia akan canggung terbang tinggi. Tetapi jika kakinya diikat terlampau lama, dadanya akan meledak akibat gejolak hasrat"

Bagimana pertarungan hasrat sebagai insan manusia dengan idealismenya yang sedang berkecamuk di dadanya.

Para aktivis adalah manusia biasa, ia juga butuh di cintai atau mencitai. Meski terkadang hal itu tersamar dalam balik idealismenya. Tapi bagaimanapun hatinya butuh sentuhan cinta. Perasaan yang akan membawanya pada langkah-langkah selanjutnya.

Begitulah kisah percintaan seorang aktivis.

Ku hanya bisa menanti bukan mengganti, Karena aku paham, Cinta adalah bukti yg sarat akan arti dan hati. (Dadang Harianto)

 =>Klik disini Untuk Melihat Semua DaftarPostingan Pejuang Makna.

Belum ada Komentar untuk "Aktivis Juga Manusia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel