Babak Baru Peradaban Dunia (RANAISSANCE)
Jumat, 31 Januari 2020
Tambah Komentar
Ditulis Oleh Dadang Harianto.
RENAISSANCE.
Istilah ini mula-mula digunakan oleh
seorang sejarawan terkenal, Michelet, dan dikembangkan oleh J. Burckhardt untuk
konsep sejarah yang menunjuk kepada periode yang bersifat individualisme,
kebangkitan kebudayaan antik, penemuan dunia dan manusia, sebagai periode yang
dilawankan dengan periode Abad Pertengahan. Karya Filsafat pada abad ini sering
disebut filsafat Renaissance.
Selama abad ke-14 dan ke-15 di Italia
muncul keinginan yang kuat akan penemuan-penemuan baru dalam seni dan sastra.
Mereka telah melihat pada periode pertama bahwa kemajuan itu telah terjadi.
Ketika itu dunia Barat telah biasa membagi tahapan sejarah pemikiran menjadi
tiga periode,yaitu ancient, medieval, dan modern. Pada Zaman Ancient atau Zaman
Kuno itu melihat kemajuan kemanusiaan telah terjadi.Kondisi itulah yang hendak
dihidupkan. Zaman Renaissance rupanya dianggap juga sebagai suatu
babak penting dalam sejarah peradaban. Voltaire, orang yang membagi sejarah
peradaban, menganggap Renaissance merupakan babak ketiga dari keempat babak
itu. Pada abad ke 19, Renaissance terutama dipandang sebagai masa yang penting
dalam seni dan sastra.
Menurut jules Michelet, sejarahwan
prancis terkenal yang telah disebut di atas, Renaissance ialah periode penemuan
manusia dan dunia. Dialah yang mula-mula menyatakan bahwa Renaissance lebih
dari sekedar kebangkitan peradaban yang merupakan permulaan kebangkitan dunia
modern. Sejarahwan ini diikuti oleh Jakob Burckhard yang menginterprestasikan
Renaissance sebagai periode sejak Dante sampai Michelangelo di Italia, yang
merupakan kelahiran spirit modern dalam transformasi idea dan lembaga-lembaga.
Pendirian burckhadt ini kelak di kenang oleh orang-orang yang mempelajari abad
pertengahan. Mereka meragukan peletakan tahun yang di kemukakan oleh Burckhardt
itu dari berbagai perdebatan tentang
renaissance, yang dapat diambil ialah bahwa renaissance ialah periode
perkembangan peradaban yang terletak di ujung atau sesudah abad kegelapan
sampai muncul abad modern.
Perkembangan itu terutama sekali dalam
bidang seni lukis dan sastra. Akan tetapi, di antara perkembangan itu terjadi
juga perkembangan dalam bidang filsafat. Renaissance telah menyebabkan manusia
mengenali kembali dirinya, menemukan dunianya. Akibat dari sini ialah muncul
penelitian-penelitian empiris yang lebih giat. Berkembangnya penelitian empiris
merupakan salah satu ciri Renaisance. Oleh karena itu, ciri selanjuttnya
adalah munculnya sains. Di dalam bidang-bidang filsafat, zaman Rennaisance
tidak menghasilkan karya penting bila dibandingkan dengan bidang seni dan
sains.
Perkembangan sains ini di pacu lebih
cepat setelah Descartes berhasil mengumumkan rasionalismenya. Sejak itu, dan
juga telah di mulai sebelumnya, yaitu sejak permulaan Renaisance, sebenarnya
individualisme dan humanisme telah di canangkan. Descartes memperkuat idea-idea
ini. Humanisme
dan individualisme merupakan ciri Renaisance yang penting.
Humanisme adalah pandangan yang tidak menenangkan orang-orang yang beragama.
Tokoh penemu bidang sains pada masa ini ialah Nicolaus Copernicus (1473-1543),
Johanes Kepler (1571-1630), dari Galelio Galilei (1564-1643). Semuanya hidup
pada zaman Renaisance, baik bagian tengah maupun bagian akhirnya.
Zaman ini sering juga di sebut Zaman
Humanisme. Bagi penulis ungkapan ini ialah manusia di anggap kurang dihargai
sebagai manusia. Kebenaran diukur berdasarkan dari gereja (kristen), bukan
menurut ukuran yang dibuat oleh manusia. Humanisme menghendaki ukuran haruslah
manusia. Karena manusia mempunyai kemampuan untuk berpikir, maka humanisme
menganggap manusia mampu mengatur dirinya dan mengatur dunia.
Jadi yang menjadi ciri utama Babak
baru peradaban Dunia (Renaissance) ialah humanisme, individualisme, lepas dari
agama (tidak mau diatur oleh agama), empirisme, dan rasionalisme. Hasil yang
diperoleh dari watak itu ialah pengetahuan rasional berkembang. Filsafat
berkembang bukan pada Zaman Renaissance itu , melainkan kelak pada zaman
sesudahnya (Zaman Modern). Sains berkembang karena semangat dan hasil empirisme
itu. Agama (Kristen) semakin ditinggalkan, ini karena semangat humanism itu.
Ini kelihatan dengan jelas kelak pada Zaman Modern. Rupanya setiap gerakan
pemikiran mempunyai kecenderungan menghasilkan yang positif, tetapi sekaligus
yang negatif. Apa tidak mungkin gerakan pemikiran itu hanya menimbulkan yang
positif saja? Mungkin. Contohnya gerakan Muhammad yang mengajarkan Islam;
gerakan Kant juga. Jadi, Zaman Modern filsafat didahului oleh Zaman Renaissance
.
Bagi penulis sebenarnya secara esensial
Zaman Renaissance itu, dalam filsafat, tidak berbeda dari Zaman Modern.
Ciri-ciri filsafat Renaissance ada pada filsafat modern. Tokoh pertama filsafat
modern adalah Descartes. Pada filsafatnya kita menemukan ciri-ciri Renaissance
tersebut. Ciri itu antara lain ialah menghidupkan kembali rasionalisme Yunani
(Renaissance), individualisme, humanisme, lepas dari pengaruh agama dan
lain-lain. Sekalipun demikian, para ahli lebih senang menyebut Descartes
sebagai tokoh rasionalisme. Penggelaran yang tidak salah, tetapi bukanlah hanya
Descartes yang dapat dianggap sebagai tokoh rasionalisme. Rasionalis pertama
dan serius pada Zaman Modern memang Descartes.
Setiap Sesuatu Pasti Akan di Tapaki Oleh Waktu dan Ditinggalkan Oleh Waktu tapi Tetap Bersama dengan MasaNya. (Dadang Harianto).
=>Klik disini Untuk Melihat Semua Daftar Postingan Pejuang Makna.


Belum ada Komentar untuk "Babak Baru Peradaban Dunia (RANAISSANCE)"
Posting Komentar