Babak Baru Peradaban Dunia (RANAISSANCE)


Ditulis Oleh Dadang Harianto.
RENAISSANCE.        
Istilah ini mula-mula digunakan oleh seorang sejarawan terkenal, Michelet, dan dikembangkan oleh J. Burckhardt untuk konsep sejarah yang menunjuk kepada periode yang bersifat individualisme, kebangkitan kebudayaan antik, penemuan dunia dan manusia, sebagai periode yang dilawankan dengan periode Abad Pertengahan. Karya Filsafat pada abad ini sering disebut filsafat Renaissance.
Selama abad ke-14 dan ke-15 di Italia muncul keinginan yang kuat akan penemuan-penemuan baru dalam seni dan sastra. Mereka telah melihat pada periode pertama bahwa kemajuan itu telah terjadi. Ketika itu dunia Barat telah biasa membagi tahapan sejarah pemikiran menjadi tiga periode,yaitu ancient, medieval, dan modern. Pada Zaman Ancient atau Zaman Kuno itu melihat kemajuan kemanusiaan telah terjadi.Kondisi itulah yang hendak dihidupkan.  Zaman Renaissance rupanya dianggap juga sebagai suatu babak penting dalam sejarah peradaban. Voltaire, orang yang membagi sejarah peradaban, menganggap Renaissance merupakan babak ketiga dari keempat babak itu. Pada abad ke 19, Renaissance terutama dipandang sebagai masa yang penting dalam seni dan sastra.
Menurut jules Michelet, sejarahwan prancis terkenal yang telah disebut di atas, Renaissance ialah periode penemuan manusia dan dunia. Dialah yang mula-mula menyatakan bahwa Renaissance lebih dari sekedar kebangkitan peradaban yang merupakan permulaan kebangkitan dunia modern. Sejarahwan ini diikuti oleh Jakob Burckhard yang menginterprestasikan Renaissance sebagai periode sejak Dante sampai Michelangelo di Italia, yang merupakan kelahiran spirit modern dalam transformasi idea dan lembaga-lembaga. Pendirian burckhadt ini kelak di kenang oleh orang-orang yang mempelajari abad pertengahan. Mereka meragukan peletakan tahun yang di kemukakan oleh Burckhardt itu dari berbagai perdebatan tentang renaissance, yang dapat diambil ialah bahwa renaissance ialah periode perkembangan peradaban yang terletak di ujung atau sesudah abad kegelapan sampai muncul abad modern. 
Perkembangan itu terutama sekali dalam bidang seni lukis dan sastra. Akan tetapi, di antara perkembangan itu terjadi juga perkembangan dalam bidang filsafat. Renaissance telah menyebabkan manusia mengenali kembali dirinya, menemukan dunianya. Akibat dari sini ialah muncul penelitian-penelitian empiris yang lebih giat. Berkembangnya penelitian empiris merupakan salah satu ciri Renaisance. Oleh karena itu, ciri selanjuttnya adalah munculnya sains. Di dalam bidang-bidang filsafat, zaman Rennaisance tidak menghasilkan karya penting bila dibandingkan dengan bidang seni dan sains.
Perkembangan sains ini di pacu lebih cepat setelah Descartes berhasil mengumumkan rasionalismenya. Sejak itu, dan juga telah di mulai sebelumnya, yaitu sejak permulaan Renaisance, sebenarnya individualisme dan humanisme telah di canangkan. Descartes memperkuat idea-idea ini. Humanisme dan individualisme merupakan ciri Renaisance yang penting. Humanisme adalah pandangan yang tidak menenangkan orang-orang yang beragama. Tokoh penemu bidang sains pada masa ini ialah Nicolaus Copernicus (1473-1543), Johanes Kepler (1571-1630), dari Galelio Galilei (1564-1643). Semuanya hidup pada zaman Renaisance, baik bagian tengah maupun bagian akhirnya. 
Zaman ini sering juga di sebut Zaman Humanisme. Bagi penulis ungkapan ini ialah manusia di anggap kurang dihargai sebagai manusia. Kebenaran diukur berdasarkan dari gereja (kristen), bukan menurut ukuran yang dibuat oleh manusia. Humanisme menghendaki ukuran haruslah manusia. Karena manusia mempunyai kemampuan untuk berpikir, maka humanisme menganggap manusia mampu mengatur dirinya dan mengatur dunia.
Jadi yang menjadi ciri utama Babak baru peradaban Dunia (Renaissance) ialah humanisme, individualisme, lepas dari agama (tidak mau diatur oleh agama), empirisme, dan rasionalisme. Hasil yang diperoleh dari watak itu ialah pengetahuan rasional berkembang. Filsafat berkembang bukan pada Zaman Renaissance itu , melainkan kelak pada zaman sesudahnya (Zaman Modern). Sains berkembang karena semangat dan hasil empirisme itu. Agama (Kristen) semakin ditinggalkan, ini karena semangat humanism itu. Ini kelihatan dengan jelas kelak pada Zaman Modern. Rupanya setiap gerakan pemikiran mempunyai kecenderungan menghasilkan yang positif, tetapi sekaligus yang negatif. Apa tidak mungkin gerakan pemikiran itu hanya menimbulkan yang positif saja? Mungkin. Contohnya gerakan Muhammad yang mengajarkan Islam; gerakan Kant juga. Jadi, Zaman Modern filsafat didahului oleh Zaman Renaissance . 
Bagi penulis sebenarnya secara esensial Zaman Renaissance itu, dalam filsafat, tidak berbeda dari Zaman Modern. Ciri-ciri filsafat Renaissance ada pada filsafat modern. Tokoh pertama filsafat modern adalah Descartes. Pada filsafatnya kita menemukan ciri-ciri Renaissance tersebut. Ciri itu antara lain ialah menghidupkan kembali rasionalisme Yunani (Renaissance), individualisme, humanisme, lepas dari pengaruh agama dan lain-lain. Sekalipun demikian, para ahli lebih senang menyebut Descartes sebagai tokoh rasionalisme. Penggelaran yang tidak salah, tetapi bukanlah hanya Descartes yang dapat dianggap sebagai tokoh rasionalisme. Rasionalis pertama dan serius pada Zaman Modern memang Descartes.
Setiap Sesuatu Pasti Akan di Tapaki Oleh Waktu dan Ditinggalkan Oleh Waktu tapi Tetap Bersama dengan MasaNya. (Dadang Harianto).

=>Klik disini Untuk Melihat Semua Daftar Postingan Pejuang Makna

Belum ada Komentar untuk "Babak Baru Peradaban Dunia (RANAISSANCE)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel